Rico Waas Transformasi KPRI Pemko Medan: Dari Simpan Pinjam ke Bisnis Produktif Berbasis Teknologi
3 September 2026Rico Waas Transformasi KPRI Pemko Medan: Dari Simpan Pinjam ke Bisnis Produktif Berbasis Teknologi
MEDAN, TABAYYUN.ID – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menantang Koperasi Konsumen KPRI Pemerintah Kota Medan untuk bertransformasi. Jangan lagi hanya jadi tempat simpan pinjam dan potong gaji, tapi harus jadi koperasi modern yang berbisnis dan mensejahterakan 789 ribu ASN & keluarga.
Tantangan itu disampaikan Rico melalui Asisten Ekbang Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah saat membuka RAT KPRI Pemko Medan Tahun Buku 2025 di Gedung Fatimah Gultom, Medan Johor, Kamis (3/9/2026).
Rico menilai banyak koperasi ASN masih terjebak di pola lama. Padahal potensi KPRI sangat besar karena anggotanya adalah seluruh ASN Pemko Medan.
“Keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya ditentukan oleh besar aset atau keuntungan yang diperoleh, tetapi juga tingkat partisipasi anggota, kualitas tata kelola organisasi, serta kepercayaan yang terus dipelihara,” paparnya.
Karena itu Rico meminta anggota aktif. Jangan hanya jadi peminjam, tapi juga jadi pemilik yang memberi ide dan mengawasi.
Buka Peluang Usaha, Libatkan KPRI di Proyek Pemko
Agar usaha koperasi hidup, Rico perintahkan seluruh SKPD agar memprioritaskan KPRI Pemko Medan jika ada kegiatan yang bisa dikerjasamakan.
“Sekiranya pada unit-unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Medan terdapat kegiatan dan pelaksanaan yang memungkinkan bekerja sama dengan KPRI Pemko Medan, agar KPRI Pemko Medan dapat diikutsertakan,” tegasnya.
Ia juga meminta pengurus dan pengawas menjalankan amanah dengan 4 prinsip: integritas, profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas. Fungsi sosial juga jangan ditinggal.
“Saya merasa puas dengan kinerja pengurus selama ini, namun masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan demi kemajuan bersama,” ucap Rico.
Tema 2025: Bersatu, Berdaya, Bertumbuh Lewat Digital
Ketua I KPRI Pemko Medan, Ferry Ichsan, menyebut tema tahun ini “Koperasi untuk Semua: Bersatu, Berdaya, dan Bertumbuh”.
“Bersatu untuk solidaritas. Berdaya artinya manfaatkan teknologi agar anggota jadi pelaku ekonomi mandiri. Bertumbuh artinya tambah aset dan buka unit usaha baru yang relevan,” jelas Ferry.
Forum RAT juga jadi ajang laporan pertanggungjawaban pengurus, rencana kerja, dan RAPBK. Ferry menegaskan pengurus terbuka dengan kritik demi tata kelola yang sehat dan akuntabel.
“Jadikan forum ini sebagai momentum evaluasi dan strategi agar koperasi semakin kuat, semakin modern, dan mampu memberikan pelayanan kepada seluruh anggotanya,” paparnya.
Turut hadir Kadis DPMPTSP Muhammad Rasyid Ridho Nasution, Kadis UKM Koperindag Hendra Ridho Siregar, dan Ketua KPRI Yunus Lubis. (Dik)

