Pasca Banjir, Pemko Medan Dorong 100 UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi Ekonomi

Pasca Banjir, Pemko Medan Dorong 100 UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi Ekonomi

1 September 2026 0 By admin tabayyun
Spread the love

MEDAN,TABAYYUN.ID – Bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu melanda 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan. Selain memperbaiki infrastruktur, Pemko Medan memilih jalan lain untuk pemulihan: membekali warga dengan kemampuan ekonomi digital.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Kota Medan, Erfin Fahrurrazi saat membacakan sambutan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pembukaan Workshop Digital Entrepreneurship Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Hotel Grandhika, Senin (31/8/2026).

“Kami sangat mengapresiasi kota Medan dipilih sebagai lokasi workshop ini, karena ketika kita berbicara tentang pemulihan, yang kita bangun bukan hanya sarana dan fasilitas, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk kembali berdiri, berkembang, dan menciptakan peluang baru,” kata Erfin.

Dari Offline ke Online, UMKM Medan Ditarget Tembus Pasar Nasional

Erfin menegaskan era digital sudah mengubah cara jualan. Tanpa dibatasi jarak, produk UMKM Medan bisa dijual ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri.

“Kita ingin melalui workshop ini para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Medan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan peluang, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai usahanya,” ujar Erfin.

Workshop ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Pemulihan Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana. Jika instansi lain fokus ke penanggulangan awal, Kemenekraf fokus membangkitkan kembali unit bisnis warga.

“Jika instansi lain fokus pada penanggulangan awal bencana, Kemenekraf mengambil peran strategis untuk membangkitkan kembali unit bisnis warga yang sempat terdampak,” jelas Direktur Aplikasi sekaligus Plt. Direktur Jasa TIK Kemenekraf, Tri Wahyudi.

Dibekali Aplikasi ToCo dan Canva

Sebanyak 100 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif ikut workshop ini. Mereka dibekali praktik langsung menggunakan aplikasi: ToCo, untuk manajemen bisnis agar operasional tetap jalan otomatis.

Selain itu, Canva, untuk desain produk agar kemasan dan branding lebih menarik

“Dengan digitalisasi, para pelaku UMKM diharapkan tidak lagi bergantung penuh pada operasional konvensional. Penggunaan aplikasi memungkinkan sistem bisnis tetap berjalan secara otomatis dan menjangkau pasar yang lebih luas,” harap Tri Wahyudi.

Program ini diproyeksikan mengawal UMKM lokal agar tumbuh dari skala RT jadi pemain nasional, bahkan bisa “melambaikan bendera bisnisnya di pasar global”.

Luncurkan Medan Satu Data Berbasis AI

Kepala Diskominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane juga memaparkan program unggulan Pemko: Super Apps “Medan Satu Data” berbasis Artificial Intelligence (AI)

“Pengembangan aplikasi pintar ini merupakan arahan langsung dari Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Dimana seluruh aplikasi, layanan publik, hingga informasi kota akan disatukan dalam satu aplikasi induk Medan Satu Data,” jelas Arrahmaan. (Dik)