Sasar Remaja Sampai Balita, Pemko Tebing Tinggi Perkuat Lini Pencegahan Stunting
28 Agustus 2026TABAYYUN.ID – Pencegahan stunting tidak bisa nunggu anak lahir. Harus dimulai dari remaja dan calon pengantin. Itu benang merah Rakor Regional Sumatera yang dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih di Medan, Kamis (27/8/2026).
Dalam forum bersama Setwapres dan Pemprov Sumut itu, fokus intervensi diarahkan ke 5 kelompok prioritas: remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita 0-59 bulan.
Wali Kota Iman hadir bersama Sekda Erwin Suheri Damanik, Kadis Kesehatan dr. Fitri Sari Saragih, Plt. Bappeda Muhammad Hamdani, dan Kabag Prokopim Faisal Ahmad.
“Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus semangat melakukan penanganan anak-anak yang berisiko stunting. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” ujar Wali Kota.
Wakil Gubernur Sumut H. Surya menegaskan, penanganan stunting butuh kerja bareng semua pihak. Bukan hanya urusan Dinkes, tapi juga pendidikan, PMD, Disdukcapil, dunia usaha, hingga keluarga.
Salah satu strategi baru yang dikuatkan adalah integrasi program Makan Bergizi Gratis untuk sasaran 3B: Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non-PAUD.
Deputi Setwapres Eddy Cahyono Sugiharto menyebut prevalensi stunting nasional sudah turun ke 19,8%. Tapi Sumut masih di 22%. Karena itu dibutuhkan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Rakor juga membahas insentif fiskal 2026 dan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Sumatera secara luring dan daring.
“Berbagai strategi yang dibahas diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor, agar program pencegahan stunting menyentuh kelompok sasaran secara tepat,” pungkas Wali Kota Iman. (Dik)

