Dari Jelantah ke Sembako dan Koin Receh untuk Lansia: Inovasi Medan Denai Dipuji Rico Waas

Dari Jelantah ke Sembako dan Koin Receh untuk Lansia: Inovasi Medan Denai Dipuji Rico Waas

23 September 2026 0 By admin tabayyun
Spread the love

MEDAN, TABAYYUN.ID – Jangan buang jelantah ke parit. Di tangan Kecamatan Medan Denai, limbah dapur itu jadi sembako. Koin receh yang sering disepelekan, jadi penyelamat lansia dan balita malnutrisi.

Dua inovasi itu, ANJELI (Aksi Ngumpul Jelantah untuk Berbagi) dan KUSALAM (Kumpul Uang Koin dan Sampah untuk Lansia dan Malnutrisi), tuai apresiasi langsung dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Apresiasi disampaikan Rico saat Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai (AKMD) di Masjid Al Munawwaroh, Jalan Tangguk Bongkar, Selasa (22/9/2026), di hadapan 600 jemaah ibu-ibu pengajian.

“Bicara tentang kemanusiaan dan kepedulian sosial, kita sebagai manusia harus saling peduli satu sama lain. Pemerintah memang bertugas mengurus administrasi hingga kesehatan, tetapi lewat program seperti ini, kita belajar untuk saling membantu,” ujar Rico.

Jelantah Dijual, Hasilnya untuk Warga Susah

Rico menilai ANJELI dobel manfaat: selamatkan lingkungan dan bantu ekonomi.

“Selama ini, limbah minyak goreng bekas (jelantah) sering dibuang sembarangan ke parit atau tempat sampah sehingga memicu pencemaran. Melalui inovasi ini, limbah tersebut dikumpulkan, dijual ke pengepul untuk didaur ulang, dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial,” kata Rico.

Koin Receh Dikumpul Tiap Senin-Jumat

Sementara KUSALAM, gerakan kumpul koin receh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk lansia dan balita gizi buruk juga dipuji.

“Yang kedua, Pak Camat memiliki inovasi juga yang memang ujungnya untuk diberikan kepada yang berkekurangan atau yang kesusahan. Jadi mengumpulkan dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ini juga sangat baik sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat kita,” bilang Rico.

Rico titip pesan keras: semua harus transparan

“Seluruh pengumpulan dan penyaluran dana dari program ANJELI maupun KUSALAM wajib dicatat dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Akuntabilitas yang jelas sangat penting untuk menjaga kepercayaan warga dan memastikan bantuan tepat sasaran,” pesannya.

Camat Medan Denai Yogi Prayoga menjelaskan, ANJELI diluncurkan bersama 600 ibu-ibu AKMD sebagai pilot project dan hasilnya ditargetkan disalurkan tiap bulan.

Untuk KUSALAM, pengumpulan rutin tiap Senin dan Jumat. Hasilnya langsung dialokasikan tiap minggu untuk 4 keluarga kurang mampu, lansia, dan balita malnutrisi di Medan Denai.

Di sela pengajian yang berlangsung khidmat, Rico juga mendengarkan langsung keluhan warga soal infrastruktur. (Dik)