Edi Saputra: Derasnya Arus Informasi dan Digital Pengaruhi Karakter Generasi Muda

Edi Saputra: Derasnya Arus Informasi dan Digital Pengaruhi Karakter Generasi Muda

9 Agustus 2026 0 By admin tabayyun
Spread the love

Medan, Tabayyun.id : Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, ST, melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada pelajar SMP Negeri 4 Medan, Sabtu (8/8/2026), di Jalan Jati III No. 118, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Medan.

Edi Saputra menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila dan wasbang angat penting, khususnya bagi pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pembangunan karakter yang beretika, serta menjaga persatuan demi mewujudkan masa depan negara yang maju.

Menurutnya, derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan berbagai tantangan baru yang dapat mempengaruhi karakter dan wasbang generasi muda, seperti pudarnya nilai Pancasila, maraknya hoaks dan lunturnya rasa cinta tanah air akibat paparan budaya asing tanpa saringan yang kuat.

“Teknologi membuat anak muda kurang peduli pada sesama, rasa cinta tanah air berkurang karena minimnya pemahaman sejarah. Karena itu, perlunya penguatan wawasan kebangsaan dan nilai Pancasila harus diterapkan. Peran keluarga dan sekolah sebagai tempat bimbingan moral harus berjalan seimbang,”ujarnya.

Edi melihat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa mulai menghadapi berbagai tantangan. “Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila harus terus ditanamkan agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menambahkan bahwa Kota Medan sebagai kota multikultural yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya, membutuhkan penguatan nilai persatuan dan toleransi secara berkelanjutan. Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi pelajar yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

“Cinta tanah air, semangat persatuan dan rasa memiliki terhadap bangsa harus terus ditanamkan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada,” katanya.

Ia mengungkapkan, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa dengan menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, maupun berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Menurut Edi, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya bersifat fisik, tetapi juga hadir melalui ruang digital yang dapat memengaruhi pola pikir dan karakter generasi muda. “Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengutamakan persatuan, serta membangun demokrasi yang berkeadilan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Edi, terdapat empat pilar utama yang menjadi fondasi wawasan kebangsaan, yaitu: Pancasila, sebagai ideologi dan dasar negara, UUD 1945, sebagai landasan konstitusional yang mengatur hak dan kewajiban warga negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan wilayah Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa bentuk penerapannya antara lain menjaga kerukunan beragama, menghormati perbedaan suku dan budaya, mengedepankan semangat gotong royong, mematuhi aturan yang berlaku, serta berperan aktif dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, toleransi, serta penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Edi juga mengingatkan pentingnya literasi informasi sebelum membagikan konten. “Ada tiga hal yang harus dipahami ketika membaca dan menerima informasi yakni periksa sumber beritanya, baca sampai tuntas informasinya dan pikirkan sebelum dibagi. Tiga tahapan itulah yang dilakukan sebelum membagikan sebuah informasi,” jelasnya.

“Jaga jempol dan lisan saat berkomentar, batasi scrolling yang berlebihan, utamakan tugas sekolah dan istirahat. Kalau mau buat konten, buatlah yang kreatif dan bermanfaat. Seperti konten hafalan Pancasila, Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945. Ini pasti viral, karena belum dibuat orang,” pungkasnya. (erwe)

Teks foto: Anggota DPRD Medan, Edi Saputra, ST, saat melaksanakan Pembinaan Ideologi dan Wasbang kepada pelajar SMPN 4 Medan, Sabtu (8/8/2026), di Jalan Jati III, Kel. Teladan Timur, Kec. Medan Kota. (Ist)