16.000 Pemulung di Medan Belum Punya BPJS Ketenagakerjaan, PWPM Dorong Pemko Lindungi Pekerja Hijau TPA Terjun

16.000 Pemulung di Medan Belum Punya BPJS Ketenagakerjaan, PWPM Dorong Pemko Lindungi Pekerja Hijau TPA Terjun

29 Juli 2026 0 By admin tabayyun
Spread the love

MEDAN, TABAYYUN.ID – Terdapat lebih dari 16.000 pemulung di Medan yang hampir 0% belum tercover BPJS Ketenagakerjaan. Rinciannya: 4.000 pemulung di Medan Utara dan 1.200 pemulung di TPA Terjun, setengahnya adalah perempuan.

Ketua Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM), Muhammad Edison Ginting mendukung upaya agar para pemulung mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini bukan hanya soal jaminan sosial, tetapi juga bentuk penghargaan kepada mereka yang setiap hari menjaga lingkungan,” ujar ME Ginting saat diskusi “Pemulung Perempuan dalam Waste Management” di TPA Terjun, Senin (27/7/2026).

Bukan tanpa alasan, mengapa pemulung di Medan butuh BPJS Ketenagakerjaan. Muhammad Edison Ginting mengatakan, pemulung memiliki risiko kerja tinggi, seperti terkena pecahan kaca, tertusuk jarum suntik bekas, tertabrak alat berat di TPA Terjun Medan dan lainnya.

“Para pemulung memiliki kontribusi besar: Dari 1.700 hingga 1.800 ton sampah per hari yang masuk ke TPA Terjun Medan, pemulung memilah 20 sampai 30 persen sampah untuk didaur ulang. Pemulung adalah garda terdepan waste management dan ekonomi sirkular di Kota Medan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menyatakan Pemko Medan siap melindungi 16.000 pemulung tersebut melalui kolaborasi CSR perusahaan.

“Kalau tadi disampaikan ada sekitar 16.000 pemulung di Kota Medan, kami siap melindungi mereka,” tegas Ramaddan.

Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Kota Medan, Sugianta, mengatakan, sebagai langkah awal, 10 perempuan pemulung yang tergabung dalam Komunitas Pemulung Perempuan TPA Terjun Medan telah diberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Komunitas ini adalah wadah edukasi hak ketenagakerjaan dan keselamatan kerja bagi pemulung perempuan di TPA Terjun Medan Marelan. Komunitas ini diinisiasi oleh Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular dengan dukungan PWPM.

“Mereka bukan sekadar pekerja informal, melainkan green workers yang berada di garda terdepan sistem waste management dan pembangunan berkelanjutan di Kota Medan,” kata Ketua Komunitas Jurnalis Ekonomi Sirkular, Rahmat Utomo. (Dik)