Masalah BPJS dan Banjir Masih Jadi Keluhan Warga Pulo Brayan Bengkel Medan

Masalah BPJS dan Banjir Masih Jadi Keluhan Warga Pulo Brayan Bengkel Medan

23 Februari 2026 0 By admin tabayyun
Spread the love

Medan, Tabayyun.id : Masalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan banjir masih jadi keluhan warga Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Pasalnya, kedua persoalan itu masih belum terselesaikan secara tuntas.

Hal itu terungkap saat anggota DPRD Kota Medan, Rienhart Jeremy Anindhita, menggelar Reses V Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 yang dilaksanakan di Jalan Sekolah, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (21/2/2026).

warga Pulo Brayan, Sri Mulianingsih, mempertanyakan soal ketidakaktifan BPJS jika tidak digunakan dalam waktu lama. Sebab, dirinya khawatir jika tiba-tiba menderita sakit dan status BPJS non-aktif. “Benarkah BPJS akan non-aktif jika tidak dipergunakan dalam waktu lama,” ujarnya.

Senada, Ratna br Nababan, warga Jalan Lima, Lingkungan 7, menyampaikan dirinya dipersulit saat hendak berobat. “Awalnya saya ke rumah sakit, namun ditolak dan diarahkan ke klinik. Saat ke klinik juga begitu. Padahal, pakai KTP saja bisa karena sudah UHC. Kenapa saya seperti dibola-bola untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkap Ratna.

Ratna juga mengeluhkan kondisi banjir yang kerap melanda. “Setiap tahun.wilayah kami selalu banjir. Bahkan, kami sempat mengungsi ke gereja saat debit air tinggi. Tolonglah pak ini dapat diselesaikan,” pintanya.

Sedangkan, Sumiati, warga Jalan Satu, mengeluhkan kondisi air Perumda Tirtanadi. “Kami tidak dapat mengkonsumsi air Tirtanadi, karena airnya keruh dan bau kaporit. Kami terpaksa memakai air isi ulang untuk kebutuhan kami,” katanya.

Selain itu, Suparman dan Yusnani, warga lainnya, meminta Pemko Medan melalui OPD terkait memangkas pohon yang sudah tidak layak. Sebab, dikhawatirkan dapat membahayakan warga. “Kami tidak tahu kemana mau melaporkan untuk pemotongan pohon ini. Kalau nanti kami potong sendiri, kami kena sanksi,” katanya.

Terkait BPJS, dr. Sri Wirya Ningsih, menyampaikan BPJS PBI jika tidak dipakai, berarti warga tidak butuh. “Kalau tidak butuh, suatu saat bisa dinon-aktifkan. Solusinya, bapak-ibu minimal 6 bulan sekali cek ke Puskesmas, agar BPJS-nya tetap aktif,” saran dr. Sri.

Pada kesempatan itu, dr. Sri mengajak sekaligus mengimbau masyarakat peduli kesehatan. “Sekarang ini ada program pemerintah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bapak-ibu bisa datang mengecek progres kesehatannya, agar tahu mengantisipasinya. Jangan nanti setelah parah, baru sibuk untuk berobat,” katanya.

Sementara, Reinhart Jeremy Anindhita mengatakan semua aspirasi yang disampaikan, menjadi catatan dan masukan bagi DPRD untuk diteruskan ke Pemko Medan melalui sidang paripurna guna ditindaklajuti menjadi program pembangunan.

“Inilah gunanya reses, kami jadi tahu apa yang menjadi keluhan bapak-ibu terkait dengan pembangunan Kota Medan,” sebutnya. (erwe)

Teks foto: Anggota DPRD Kota Medan, Rienhart Jeremy Anindhita, saat menggelar Reses V Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan Sekolah, Kel. Pulo Brayan Bengkel, Kec. Medan Timur, Sabtu (21/2/26). (Ist)