10 Pemain PSMS Medan Bikin PSIS Tak Berkutik, Menang 2-1 di Depan 5.000 Suporter
26 Oktober 2026TABAYYUN.ID – Walau bermain dengan 10 orang sejak menit ke-39, Ayam Kinantan tetap menumbangkan PSIS Semarang 2-1 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (25/10/2026) malam.
Lebih dari 5.000 penonton jadi saksi drama penuh emosi itu. PSMS unggul cepat lewat Raihan Utama menit 22 dan Javier Siverio menit 38, sebelum akhirnya harus berjuang mati-matian setelah Siverio dikartu merah menit 39.
Gol PSIS dari Fitra Ridwan menit 90+8 tak mampu selamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto tak bisa sembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih, yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0,” kata Eko.
PSMS tampil menekan sejak awal. Ancaman Felipe Cadenazzi, eks PSMS, di menit ke-4 masih bisa diamankan Rudi N Rajak.
Kebuntuan pecah menit 22, Raihan Utama melepaskan tembakan dari luar kotak penalti ke tiang jauh, gol.
Kepercayaan diri naik, Ikhsan Chan beri assist manis untuk gol kedua Javier Siverio menit 38. 2-0.
Tapi drama datang semenit kemudian. Siverio dikartu merah setelah pelanggaran ke pemain belakang PSIS. Dari pesta serangan, PSMS harus perang bertahan.
“Kita memang kesulitan lagi di babak pertama bermain dengan 10 pemain. Tadinya kita memegang possession, tetapi setelah kehilangan pemain, kita bertahan dan melakukan counter. Tetap berusaha memegang bola agar tidak mudah hilang,” ujar Eko.
Babak kedua jadi ujian mental. PSIS dengan keunggulan pemain gempur habis-habisan, tapi pertahanan PSMS rapat.
Drama kartu merah kedua muncul menit 82, pemain PSIS Rifki Dwi Septiawan kena dua kartu kuning. Jumlah pemain imbang 10 lawan 10.
PSIS baru bisa mencuri gol menit 90+8 lewat Fitra Ridwan. Menit akhir mencekam, tapi PSMS bertahan hingga peluit panjang.
“Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah,” ujar Eko.
Eko bersyukur punya 31 pemain untuk Liga dan League Cup.
“Kita beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati juga bisa dibuktikan ada yang menggantikan. Tadi Ikhsan Chan juga memberikan assist,” ujarnya.
Rangga Muslim yang jadi pahlawan di lapangan juga angkat bicara.
“Alhamdulillah, kami bisa mencetak gol lebih awal dan unggul 2-0. Mudah-mudahan hasil ini menjadi motivasi untuk pertandingan berikutnya,” kata Rangga.
Kemenangan ini jadi modal berharga sebelum tandang ke markas PSGC Ciamis, Sabtu (31/10/2026) mendatang. Tapi PR besar tetap ada: disiplin dan fokus hingga menit akhir. (Dik)

