F-Demokrat: P-APBD Medan 2026 Harus Diikuti Strategi Inovatif dan Realistis
15 September 2026Medan, Tabayyun.id : Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, Iswanda Ramli, memberikan kritikan dan sejumlah catatan penting dalam Perubahan APBD Pemko Medan Tahun 2026. Ia mengingatkan, perubahan bukan hanya di atas kertas, tetapi harus diikuti strategi yang inovatif dan realistis serta pengawasan yang ketat.
Hal itu disampaikan Iswanda Ramli (foto) dalam pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan terhadap Rancangan Perubahan APBD Kota Medan Tahun 2026 dalam rapat paripurna dewan, Senin (14/9/2026).
Menurut Iswanda, di tengah potensi ekonomi kreatif Kota Medan, masih terdapat ruang yang perlu digarap lebih optimal. Tentu, kata politisi yang akrab disapa Nanda, itu harus melalui perbaikan pelayanan dan perluasan basis wajib pajak.
Nanda juga mengingatkan agar penetapan target pendapatan tidak terlalu ambisius tanpa dibarengi kesiapan sistem dan sumber daya manusia (SDM) yang mendukung.
Dalam hal itu Ramli sepakat dan mengatakan perubahan adalah merupakan cerminan komitmen bersama guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Medan.
Masih dalam pemandangan umumnya, Nanda menyebut Fraksi Demokrat mengapresiasi Pemko Medan yang fokus pada sektor-sektorul utama seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial.
Untuk itu, Fraksi Demokrat berpendapat perlunya percepatan realisasi belanja modal, khususnya proyek-proyek fisik dan infrastruktur dasar, pemantapan program layanan publik yang bersifat Inklusif dan berkeadilan, serta mengevaluasi belanja pegawai agar tetap proporsional dan tidak membebani anggaran daerah secara jangka panjang.
Seiring dengan itu, lanjut Nanda, sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Fraksi Demokrat pun menyampaikan sejumlah catatan, yakni kesiapan perangkat daerah dalam penyerapan anggaran dan penyesuaian program secara matang sehingga tidak terjadi penumpukan realisasi di akhir tahun anggaran.
Kemudian melakukan efektivitas alokasi dan realisasi belanja dalam meminimalisir program/kegiatan yang rawan tidak terserap (sisa anggaran), serta menjamin semua kegiatan benar-benar terlaksana sesuai target dan waktu.
Selanjutnya harus melakukan peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dilanjutkan Ramli, selain catatan umum di atas, Fraksi Demokrat menyoroti beberapa isu strategis yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat dan menuntut solusi inovatif dari Pemko Medan, seperti di Dinas Pendidikan dengan alokasi anggaran di P-APBD 2026 sebesar Rp 1,45 triliun lebih, bertambah 3,89% dari Rp 1,40 triliun lebih.
Maka itu, lanjut Ramli, dengan bertambahnya anggaran tersebut, Fraksi Demokrat berharap pemerintah dapat melaksanakan prioritas program kegiatan dan target kinerja untuk fahun 2026 hingga tercapainya pendidikan yang merata dan berkualitas seperti yang terdapat pada RPJMD Kota Medan.
Kemudian belanja Dinas Kesehatan dalam P-APBD Tahun 2025 dianggarkan Rp. 1,02 triliyun lebih, mengalami penurunan 1,88% dari Rp. 1,22 triliyun lebih. Fraksi Demokrat meminta pemerintah tetap menjaga program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Kemudian untuk Dinas Sosial, Fraksi Demokrat mendorong agar P-APBD benar-benar memberikan ruang untuk bantuan sosial yang tepat sasaran dan terintegrasi, penguatan program pendidikan, kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan difabell, penanggulangan masalah kemiskinan dan pengangguran berbasis data riil.
Untuk itu, Ramli kembali mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mempercepat penyerapan anggaran secara akuntabel, khususnya untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan pemulihan ekonomi kerakyatan dan infrastruktur dasar.
“Dengan dilakukannya perubahan komposisi belanja daerah, hendaknya benar-benar berorientasi pada kepentingan publik dan prinsip efisiensi. Fraksi Demokrat juga meminta agar sisa anggaran dikelola secara cermat sehingga tidak ada ruang fiskal yang terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya. (erwe)


