Warga Pandau Hulu II Keluhkan Air Bersih, LPJU dan Pemangkasan Pohon

Warga Pandau Hulu II Keluhkan Air Bersih, LPJU dan Pemangkasan Pohon

26 Juli 2026 0 By admin tabayyun
Spread the love

Medan, Tabayyun.id: Warga Kekurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih, minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan keinginan mereka agar dilakukan pemangkasan pohon-pohon di kawasan itu.

Keluhan tersebut mengemuka saat anggota DPRD Kota Medan, Agus Setiawan, menggelar Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 Tahun Anggaran 2026, Sabtu sore (24/7/2026), di Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area.

“Lampu jalan di seputaran Jalan Wahidin sangat minim pak. Masalah ini sudah kami sampaikan ke Dinas Perhunungan. Tqpi sampai sekarang belum ada tanggapan,” ujar seorang warga saat reses tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Susanti: Kepala Lingkungan (Kepling) VIII, Kelurahan Pandau Hulu II, mengeluhkan warga di Jalan Senangin, Kelurahan Pandau Hulu II agak susah untuk mendapatkan air bersih/ledeng Perumda Tirtanadi Sumut.

“Kami sidah berkordinasi kepada pihak PDAM (Perumda Tirtanadi) soal macetnya air ledeng ini, tapi sampai saat ini kami hanya dapat air dari mobil tangki PDAM. Mohon dibantu Pak Agus Setiawan,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut Kepling tersebut, warga juga mengeluhkan ada beberapa pohin  pohon pinggir jalan yang sudah selayaknya dipangkas. “Karena kondisi cuaca saat ini dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat jika pohonnya tumbang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Lurah Pandau Hulu II, Indra Gunawan S, bahwa terkait pemangkasan pohon, pihaknya sudah beberapa kali memohon. Seperti pohon di Jalan Wahidin yang sudah berlobang. “Kami juga memohon pengadaan keranjang/tong sampah,” ungkapnya.

Menyikapinya, anggota DPRD Medan, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa terkait LPJU, Pemko Medan akan menambah sekitar 1.000 titik LPJU di Kota Medan. Tapi harus jelas pemetaannya, kawasan mana yang betul-betul membutuhkan LPJU tersebut.

‘Jangan sampai, kita sudah menambah anggaran untuk pengadaan/perbaikan LPJU, tapi hasilnya tak nampak. Ini menjadi catatan saya untuk saya perjuangkan dan mendesaknya agar direalisasikan,” tegas Agus.

Terkait air bersih, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa Perumda Tirtanadi Sumut yang mengelola air ledeng, merupakan perusahaan milik atau wewenangnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov. Sumut).

“Karena ini kewenangannya pihak provinsi, maka masalah ini yang  bisa diakomodir oleh pihak DPRD Sumut. Tapi meski begitu, saya tetap berupaya membantu, misalnya saya pernah datang lagsung ke kantor cabang Perumda Tirtanadi di Denai,” ungkapnya.

Masalahnya, lanjut Agus, memang terjadi kekurangan debit air sehingga tidak sampai ke rumah warga. Solusinya PDAM telah bekerjasama dengan pihak swasta untuk pengadaan aor bersih. “Jadi kita menunggu upaya PDAM. Ini di luar kewenangan DPRD Medan, tapi tetap saya perjuangkan,” ujarnya.

Agus menambahkan, masalah keranjang/tong sampah, pihaknya sudah rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, dan telah mendesak DLH untuk menganggarkan pengadaan keranjang sampah dan juga 29 unit armada sampah yang baru.

Perwakilan DLH Kota Medan, M. Indra Utama Pohan, menjelaskan, kalau ada pohon yang minta dipangkas, tolong difoto dan dikirim ke pihaknya. “Nanti kami survey. Kalau memang layak dipangkas, maka selanjutnya pihak kelurahan menyurati kami meminta pemangkasan pohon,” katanya.

Selain persoalan di atas, dalam reses itu juga muncul keluhan lain, seperyi .asalah bansos, BPJS, infrastruktur, dan lainnya. Agus berjanji semua aspirasi warga itu akan ditamlungnya, dan disampaokan kepada Pemko Medan. (erwe)

Teks foto: Anggota DPRD Medan, Agus Setiawan, saat menggelar Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026, Sabtu sore (24/7/2026), di Jalan Sampali, Kel. Pandau Hulu II, Medan Area. (Ist)