DPRD Medan Perpanjang 3 Bulan Kerja Pansus PAD
18 Mei 2026Medan, Tabayyun.id : Ketua Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, El Barino Shah (foto), sampaikan permohonan perpanjangan masa kerja Pansus tiga bulan lagi.
Permohonan perpanjangan persetujuan penambahan masa kerja Pansus itu disampaikan secara resmi melalui rapat paripurna DPRD Medan, Senin (18/5/2026).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen didampingi Wakil Ketua Rajudin Sagala dan Zulkarnaen, serta dihadiri para anggota dewan lainnya.
Masih dalam suasana paripurna, usai Ketua Pansus PAD, El Barino Shah, membacakan permohonan Pansus untuk penambahan perpanjangan masa kerja, lalu Ketua DPRD Medan menyetujui penambahan masa kerja 3 bulan setelah seluruh anggota dewan yang hadir menyatakan setuju.
Kemudian, ketiga pimpinan DPRD Medan menandatangani konsep keputusan perpanjangan masa kerja Pansus. Setelah sebelumnya, konsep keputusan dibacakan Plt. Sekretaris DPRD Medan, Erisda Hutasoit.
Usai paripurna, Ketua Pansus PAD, El Barino, kepada wartawan menyampaikan, adapun alasan permintaan perpanjangan masa kerja Pansus untuk pendalaman menelusuri beberapa potensi PAD yang dinilai banyak kejanggalan dan belum maksimal.
Dikatakan El Barino, dari hasil penelusuran Pansus, banyak ditemukan regulasi yang tidak berpihak penambahan PAD seperti sumber PAD dari sewa menyewa aset yang dikelola Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan.
Begitu juga dengan soal retribusi sampah dengan ketentuan Wajib Retribusi Sampah (WRS). Terkait hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan tidak serius menambah jumlah WRS kendati tetap menekan penambahan retribusi. Sehingga diduga banyak terjadi penyelewengan teribusi sampah. Alhasil, pengelolaan sampah tidak maksimal.
Bukan itu saja, tambah El Barino Shah, dari temuan Pansus, banyak kejanggalan di beberapa unit usaha masalah pajak restoran dan pajak parkir. Terkait hal itu, kata El Barino, Pansus perlu butuh waktu untuk menelusuri persoalan sebenarnya.
“Intinya kita memaksimalkan perolehan PAD serta meminimalisir tingkat kebocoran atau penyelewengan,” sebut Ketua Fraksi Golkar itu. (erwe)


