Budaya Melayu, GEMES IX Jadi Sorotan Publik
27 Juni 2026MEDAN,TABAYYUN.ID – Dinas Pariwisata Kota Medan kembali menggelar Gelar Melayu Serumpun atau GEMES IX Tahun 2026 di Lapangan Merdeka, Sabtu malam, 27 Juni 2026. Acara dengan pagu anggaran sekitar Rp2,5 miliar itu justru menuai kritik publik.
Berdasarkan data LPSE Kota Medan, kegiatan ini tercatat dengan kode tender 10136337000 dan Kode RUP 64538487. Nilai anggaran itu sama dengan penyelenggaraan GEMES 2025.
Acara yang dikemas dengan penampilan Budaya Melayu dari berbagai negara di Asia Tenggara malah jadi sorotan publik belakangan ini.
Terkait anggaran, Praktisi Hukum Alansyah Putra Pulungan, SH mempertanyakan penggunaannya.
Kondisi itu membuat publik mempertanyakan kelanjutan kasus sekaligus kewajaran anggaran GEMES 2026.
“Patut diduga ada yang janggal dalam pelaksanaannya,” kata Alansyah Putra Pulungan, SH, Sabtu (27/6/2026).
Bila ada yang menyimpang, ia pun meminta kepada Kejati Sumut membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran GEMES 2025 yang dikerjakan PT Cakrawala Indo Semesta senilai sekitar Rp2,5 miliar.
Selain persoalan hukum, isi acara juga menjadi sorotan. Sejumlah pengunjung menyebut kemasan GEMES 2026 masih didominasi seremoni protokoler dengan pola yang nyaris sama seperti tahun sebelumnya.
“Setiap tahun rasanya hampir sama. Tidak ada sesuatu yang benar-benar baru sehingga orang penasaran datang lagi,” ujar salah seorang pengunjung, Amran di Lapangan Merdeka.
Minimnya keterlibatan komunitas dan tokoh Melayu lokal di panggung utama juga disorot. Padahal, mereka seharusnya menjadi aktor utama dalam kegiatan yang mengusung identitas budaya Melayu.
Fasilitas penunjang pun dinilai tidak memadai. Jumlah toilet umum tidak sebanding dengan banyaknya pengunjung. Beberapa toilet portabel bahkan tidak memiliki kunci pintu.
“Kalau di sini cuma dua toilet untuk umum, Bang. Kondisinya seperti itu. Kalau dekat stadion ada juga, tapi khusus VIP,” ujar petugas Satpol PP di lokasi yang tak ingin namanya dipublikasi. (red)


