Keluhan Utama Masyarakat, Pemko Medan Diminta Serius Benahi Drainase dan Jalan Rusak

Keluhan Utama Masyarakat, Pemko Medan Diminta Serius Benahi Drainase dan Jalan Rusak

18 Mei 2026 0 By tabayyunmedan
Spread the love

Medan, Tabayyun.id: Infrastruktur jalan dan percepatan perbaikan drainase masih menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kota Medan saat kegiatan Reses-4 Masa Persidangan-1 Tahun Sidang 2025-2026.

Dari daerah pemilihan (dapil) 1-5 Kota Medan, perbaikan jalan menjadi keluhan mendesak yang harus segera diselesaikan Pemko Medan. Begitu juga dengan pelayanan kesehatan dan ketersediaan lapangan kerja.

Semua keluhan masyarakat ini disampailan dalam rapat parinurna DPRD Medan dengan agenda Laporan Hasil Reses-4 Masa Persidangan-1 Tahun Sidang 2025-2026, Senin (18/6/2026).

Membacakan keluhan masyarakat dari dapil 1 (Kecamatan Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Baru dan Medan Petisah), anggota DPRD Medan, Robi Barus, menyebut warga Kecamatan Medan Petisah mengeluhkan saluran drainase yang tersumbat dan menyebabkan terjadinya genangan air ketika hujan.

“Hampir di semua kecamatan dapil 1 keluhan ini juga kami terima. Parkir liar tepi jalan yang menyebabkan kemacetan juga dikeluhkan masyarakat. Begitu juga dengan banyaknya lampu tepi jalan yang mati,” ujar Robi.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pelayanan kesehatan juga diminta untuk ditingkatkan, terutama ketersediaan kamar bagi pasien BPJS dan obat-obatan di rumah sakit milik Pemko Medan.

“Dinas Sosial (Dinsos) juga harus memperhatikan warga Kecamatan Medan Petisah yang banyak tidak menerima bantuan pemerintah, terutama lanjut usia (lansia). Beasiswa pendidikan untuk anak yatim piatu juga harus ditingkatkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan,” kata Robi.

Dari dapil 2 (Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan) yang dibacakan anggota DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, menyampaikan masyarakat Belawan meminta agar penanganan banjir dilakukan secara optimal mengingat kawasan Medan Utara kerap menjadi langganan banjir.

“Drainase pembungaan air tidak ada, masyarakat meminta Pemko Medan agar membangun saluran drainase baru di Kecamatan Medan Marelan. Dinas PKPCKTR Kota Medan juga diharapkan bisa memberikan bantuan bedah rumah kepada masyarakat mengingat di Kecamatan Medan Belawan banyak Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ujarnya.

Tia juga mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan agar membuka fasilitas olahraga umum dan memperbanyak kuota beasiswa bagi siswa/i berprestasi di bidang pendidikan.

“Masyarakat juga berharap Pemko Medan bisa memfasilitasi ke PLN terkait listrik dan lampu penerangan. Air PDAM kotor dan sering mati juga dikeluhkan masyarakat,” kata politisi Partai Gerindra ini.

Sementara keluhan masyarakat dapil 3 (Kecamatan Medan Tembung, Medan Deli, Medan Perjuangan dan Medan Timur) yang dibacakan anggota DPRD Medan, Doli Indra Rangkuti, meminta Dinas Sosial membantu masyarakat untuk mengubah desil sehingga bisa mendapatkan bantuan PKH lansia maupun disabilitas dari Pemerintah Pusat maupun Program PKH Medan Makmur.

“Masyarakat menilai bantuan saat ini tidak tepat sasaran dan minta agar data diperbarui. Bantuan terhadap siswa miskin juga agar diperhatikan dan dicek ulang lagi datanya,” kata politisi PKS ini.

Dari dapil 4 (Medan Denai, Medan Amplas, Medan Kota dan Medan Area), anggota DPRD Medan, Fauzi mengatakan masyarakat banyak mengeluhkan soal jalan rusak, perbaikan drainase dan pohon dengan usia tua yang rentan tumbang menimpa masyarakat.

“Beberapa titik juga banyak lampu jalan yang padam dan membuat masyarakat, khususnya ojol takut beraktivitas di malam hari karena begal. Program PKH yang disalurkan juga diharapkan tepat sasaran,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Sedangkan anggota DPRD Medan, Iswanda Ramli, yang membacakan keluhan masyarakat dapil 5 (Kecamatan Medan Johor, Medan Polonia, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Medan Selayang), mendorong Pemko Medan merealisasikan program 100.000 lapangan pekerjaan lantaran masih sangat banyak pengangguran meski sudah sarjana.

“Pelatihan kepada siswa calon pekerja juga harus ditingkatkan karena banyak anak-anak muda usia produktif tapi menganggur,” kata Ketua Fraksi Demokrat itu.

Menanggapi semua keluhan itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, dalam sambutannya, mengapresiasi semua keluhan yang sudah ditampung anggota DPRD Medan untuk segera ditindaklanjuti pihaknya.

“Sudah kita tampung semua untuk dilaksanakan OPD terkait. Beberapa yang menjadi fokus adalah pelayanan kesehatan dan Program PKH Medan Makmur. Kita akan fokus dalam melakukan pendataan bantuan sosial (bansos) termasuk pembaharuan data penerima,” katanya.