Wilayah Terdampak Terkesan Kumuh Pasca Banjir, Robi Barus Minta Pemko Medan Segera Lakukan Pembersihan

Wilayah Terdampak Terkesan Kumuh Pasca Banjir, Robi Barus Minta Pemko Medan Segera Lakukan Pembersihan

2 Desember 2025 0 By admin tabayyun
Spread the love

Medan, Tabayyun.id : Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus (foto), meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat melakukan lembersihan  lingkungan terdampak pasca banjir besar yang menerjang Kota Medan pada 27 November 2025 lalu.

Menurut Robi, saat ini Kota Medan terkesan kumuh akibat banyaknya sampah yang menumpuk dan berserakan di pinggir jalan tanpa adanya penanganan serius dari pihak kecamatan sebagai perangkat daerah yang bertanggungjawab dalam hal pengangkutan sampah.

“Pasca banjir yang terjadi minggu lalu, Kota Medan terlihat seperti kota kumuh. Sampah-sampah menumpuk di pinggir jalan, tidak kunjung diangkut. Ini tugas kecamatan, segera angkut sampah-sampah yang berserak di jalanan. Pemko Medan harus bertanggungjawab memulihkan kebersihan lingkungan,” ucap Robi Barus kepada wartawan, pekan lalu.

Dikatakan Robi, pasca banjir yang menerjang Kota Medan, banyak barang-barang peralatan rumah tangga yang rusak dan dibuang begitu saja di tepi jalan.

“Mulai dari sofa, lemari, sampai tempat tidur, banyak yang dibuang di pinggir jalan. Belum lagi sampah-sampah harian rumah tangga, semua menumpuk. Kalau ini tidak segera diangkut, kesan kumuh akan semakin terasa di Kota Medan,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu.

Selain merusak estetika kota, sambung Robi, kondisi lingkungan yang kotor juga akan sangat berpengaruh buruk bagi kesehatan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir.

“Saat ini saja sudah banyak warga Kota Medan yang sakit karena bencana banjir. Mulai dari demam, penyakit kulit, diare, sampai ISPA. Kalau kondisi kebersihan lingkungan tidak segera dipulihkan, maka ini akan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat,” katanya.

Dijelaskan Robi, dalam status Tanggap Darurat Bencana saat ini, Pemko Medan harus memperhatikan semua aspek yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi, Pemko telah menegaskan, di masa Tanggap Darurat Bencana ini pihaknya akan fokus pada penyelamatan, pendistribusian bantuan dan pembenahan infrastruktur.

“Bila memang ingin fokus pada pembenahan infrastruktur pasca bencana, maka Pemko Medan harus memulainya dengan pembenahan kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (erwe)

Komisi II Minta Dinkes Data Pasien Rawat Inap Akibat Bencana Banjir

Medan, Tabayyun.id : Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah (foto), meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan untuk mendata masyarakat yang menjadi pasien rawat inap di rumah sakit akibat bencana banjir yang terjadi di Kota Medan.

“Dari bencana banjir ini, bukan hanya warga yang meninggal dunia saja yang perlu didata, tetapi juga warga yang sakit dan dirawat inap di rumah sakit. Itu sangat perlu untuk didata, Dinkes Medan harus memastikan pelayanan berjalan maksimal,” ucap Afif Abdillah, Jumat (5/12/2025).

Selain jumlah warga yang sakit, Dinkes Medan juga perlu mendata penyakit-penyakit yang paling banyak diderita oleh warga yang terdampak banjir.

“Infonya penyakit yang paling banyak itu ISPA, penyakit kulit, demam, hingga diare. Ini kan perlu didata secara lebih rinci dan diklasifikasikan. Siapa yang paling banyak terserang penyakit, anak-anak kah, lansia kah. Lalu, sejauh ini sudah bagaimana penanganannya,” ujarnya.

Menurut Ketua Fraksi Partai NasDem itu, pendataan tersebut sangat penting untuk dilakukan agar Dinkes Medan dapat memberikan pelayanan secara terukur sesuai kebutuhan para pasien di situasi pasca bencana seperti saat ini.

Misalnya, sambung Afif, bila yang paling banyak terserang penyakit itu adalah anak-anak, maka Dinkes Medan perlu memastikan ketersediaan kamar rawat inap untuk anak di setiap rumah sakit di Kota Medan.

“Artinya, jangan nantinya ada rumah sakit yang menolak pasien dengan alasan kamar rawat inap untuk anak-anak sudah penuh. Harus ada kebijakan khusus, misalnya dengan menambah kuota kamar rawat inap khusus anak di setiap rumah sakit dan sebagainya,” tegasnya.

Selain itu, Afif juga mengingatkan seluruh unit pelayanan kesehatan di Kota Medan. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat I, yakni puskesmas dan klinik hingga rumah sakit, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat, termasuk kepada warga yang terdampak bencana banjir.

“Seperti yang dikatakan Pak Wali bahwa sampai 11 Desember nanti, Kota Medan berstatus Tanggap Darurat Bencana. Untuk itu, seluruh rumahsakit di Kota Medan harus standby dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Saya minta Dinkes Medan untuk benar-benar memperhatikan hal ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan, Rico Waas, meminta meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Irliyan Saputra Sp.OG, untuk memastikan kesiapan seluruh Rumah Sakit yang ada di Kota Medan.

Rico menegaskan, seluruh rumah sakit di Kota Medan harus standby dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pasca bencana banjir yang terjadi. (erwe)