Syaiful Ramadhan Ingatkan Pemko Medan Permudah Pengurusan Dokumen Kependudukan Korban Banjir

Syaiful Ramadhan Ingatkan Pemko Medan Permudah Pengurusan Dokumen Kependudukan Korban Banjir

8 Desember 2025 0 By admin tabayyun
Spread the love

Medan, Tabayyun.id : Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Syaiful Ramadhan (foto), mengingatkan Pemko Medan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mempermudah seluruh proses administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga korban banjir yang melanda berbagai kawasan di Kota Medan.

Syaiful mengingatkan, dokumen kependudukan warga yang rusak dan hilang akibat banjir, tidak boleh dibebani dengan proses birokrasi yang berbelit. Banyak warga kehilangan KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, buku nikah, hingga dokumen lainnya akibat terendam dan terbawa arus banjir.

“Warga sudah menjadi korban, jangan lagi dipersulit. Pemko Medan harus hadir dengan regulasi khusus, percepatan layanan, bahkan membuka layanan “jemput bola” di titik-titik pengungsian,” ujar Syaiful Ramadhan saat menerima keluhan warga korban banjir, Minggu (7/12/2025). 

Terkait persoalan ini, Syaiful menegaskan perlunya kebijakan bahwa seluruh pengurusan dokumen kependudukan bagi warga terdampak bencana harus dipermudah, dipercepat, dan tanpa biaya.

“Pemko Medan wajib memastikan bahwa identitas kependudukan masyarakat tetap utuh agar mereka bisa mengakses bantuan, layanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai program sosial pemerintah,” katanya. 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan jangan sampai muncul ke permukaan bahwa warga korban banjir kesulitan mengurus adminstrasi kependudukan mereka yang rusak dan hilang. 

“Bayangkan kalau KTP atau KK mereka hilang. Mau dapat bantuan pun sulit. Karena itu, layanan khusus sangat dibutuhkan, setidaknya sampai masa tanggap darurat dan pemulihan selesai,” tambahnya.

Politisi muda PKS tersebut menilai bahwa banjir ini harus menjadi momentum evaluasi bagi Pemko Medan untuk membuktikan keberpihakan kepada masyarakat. 

“Pemerintah tidak boleh terpaku pada pola pelayanan kantoran yang kaku, tetapi harus turun langsung ke lapangan, ke posko pengungsian, ke pemukiman warga, bahkan ke rumah-rumah yang terdampak, ” ungkapnya. 

Syaiful meminta Disdukcapil Medan memberikan informasi yang jelas dan terarah serta mempublikasikan mekanisme khusus pengurusan dokumen untuk korban banjir.

Pihaknya berharap Pemko Medan bergerak cepat dan tidak hanya fokus pada penanganan fisik pasca banjir, tetapi juga membantu pemulihan administrasi warga.

“Banjir ini sudah cukup menyulitkan masyarakat. Jangan sampai mereka menjadi korban birokrasi. Kasih kemudahan, percepatan, dan pastikan semua terdata,” pungkasnya. (erwe)