Bau Menyengat Tumpukan Sampah di Jalan Pertempuran Ganggu Warga dan Proses Belajar 

Bau Menyengat Tumpukan Sampah di Jalan Pertempuran Ganggu Warga dan Proses Belajar 

8 Desember 2025 0 By admin tabayyun
Spread the love

Medan, Tabayyun.id : Sudah berulangkali warga di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulu Brayan, Kecamatan Medan Barat mengeluhkan tumpukan sampah yang menggunung serta mengeluarkan aroma bau tak sedap di lokasi tersebut. Namun tetap saja pihak berwenang dalam hal ini Pemko Medan tidak bergeming.

Bahkan, kritikan anggota DPRD Medan, Dr. Dra. Lily MBA, MH, yang turut menyuarakan aspirasi warga yang merupakan konstituennya, berulangkali juga, tetap tidak digubris. 

Terakhir saat Lily melaksanakan Sosialisasi Perda No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan, Sabtu (6/12/2025) pagi di lokasi tidak jauh dari tumpukan sampah yang berdampingan dengan pinggiran Sungai Deli dan sekolah Sutomo 2 itu, aromanya sangat menyengat hidung sehingga mengganggu para peserta sosialisasi.

“Kita sudah suarakan sebelumnya bahwa dari Pemko Medan seharusnya mencari tempat pembuangan sampah sementara. Jangan di depan pemukiman warga dan dekat dengan lokasi sekolah, tidak sesuai. Kita menggelar sosialisasi di sini saja baunya tercium, tidak menyehatkan. Apalagi bagi siswa sekolah yang lokasinya berdekatan. Pasti para siswa menghirup aroma tidak sedap ini setiap hari, sehingga mengganggu konsentrasi belajar para siswa,” tegas Lily.

Pihak Pemko Medan, lanjut Lily,  seharusnya memperhatikan kesehatan warga setempat. Sebaiknya cari TPS (tempat pembuangan sementara), lahan yang tepat untuk pembuangan sementara. 

“Jangan dibiarkan bertumpuk di tepi jalan di depan komplek perumahan warga, di dekat sekolah, tidak cocok. Harus segera sampah itu dipindahkan. Jangan ditumpuk di lokasi itu,” pinta politisi PDI Perjuangan itu.

Dikatakan anggota Komisi II itu, pihaknya sudah tiga kali buat kegiatan di sana, seperti reses sekali dan sosialisasi lerda dua kali. Bahkan sudah enam bulan lalu disarankan keluhan warga tersebut. 

“Namun tetqp saja tidak digubris oleh Pemko Medan. Tetap saja lokasi itu dijadikan TPS dengan dalih belum mendapatkan TPS baru. Untuk sementara tetap saja dibuang di bantaran Sungai Deli itu,” ungkap Lily.

Kok Chiang, salah seorang guru yang mengajar di sekolah Sutomo 2, sebelumnya mengeluhkan sampah yang menimbulkan bau busuk tersebut. “Kami sudah sangat terganggu dengan bau menyengat yang dengan sekolah kita itu. Kita sudah upayakan melapor ke kepling, camat bahkan ke walikota, tapi tetap saja tidak jalan,” katanya.

Pihaknya berharap, sebagai guru institusi pendidikan, bantuan dari Dinas Kesehatan atau Walikota Medan. “Tolong atasi sampah di Jalan Pertempuran ini. Akses di Jalan Pertempuran ini sudah bagus. Tapi sampah tersebut mohon diselesaikan agar warga tidak terganggu dengan aroma bau bangkainya,” pintanya.

Sementara Wali Kota Medan, Rico Waas, yang dihubungi melalui WahtsApp, mengatakan akan mengerjakan tumpukan sampah yang sangat meresahkan warga karena aroma bau busuknya.

Lalu dia juga meneruskan isi chat anak buahnya yang menyebutkan bahwa lokasi tersebut memang dijadikan TPS sementara pasca pengangkatan sampah di jalan dan di gang. Mengingat fokus bersih di jalan utama. Meski demikian isi chat itu juga menyatakan akan memproses sampah tersebut kemudian membuangnya ke Kelurahan Terjun, Marelan. (erwe)

Teks foto: Anggota DPRD Medan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH, meninjau tumpukan sampah di Jalan Pertempuran, Kel. Pulo Brayan, yang dikeluhkan masyarakat. (Ist).