Dewan Minta Benahi Pembatas Jalan Di Depan Sekolah Sutomo
20 Oktober 2020Medan, Tabayyun.id : Anggota Komisi IV DPRD Medan, Daniel Pinem (foto), meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, dan instansi terkait lainnya membenahi pulau/pembatas jalan di Jalan Thamrin depan Perguruan Sutomo, Medan, agar pengguna jalan nyaman melewati jalan tersebut.
Himbauan ini disampaikan Daniel Pinem kepada Medan Pos, Senin siang (19/10/20), menanggapi keluhan masyarakat soal keberadaan pulau jalan tersebut yang rawan menimbulkan kecelakaan.
“Kita himbau instansi terkait melakukan pembenahan pulau jalan itu. Jangan sampai setelah jatuh korban yang lebih parah, baru dibenahi,” ujar Daniel Pinem melalui sambungan telepon.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan keberadaan pulau jalan itu harus lebih diperjelas atau mudah diperhatikan penggguna jalan, seperti diberi tanda, dan ditinggikan pulau jalannya.
“Bahkan kalau perlu diberi lampu penerangan di kawasan itu (karena selama ini gelap). Secara teknis saya yakin instansi terkait lebih paham cara memberi tanda, sehingga ke depan pengguna jalan lebih nyaman,” ungkap Daniel.
Disamping itu, lanjut anggota dewan tiga periode tersebut, pihaknya juga meminta kepada masyarakat atau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melewati kawasan itu.
“Meskipun ada rambu-rambu atau marka jalan sebagai penunjuk jalan, namun kita juga tetap harus berhati-hati dalam berkendara, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan keberadaan pulau jalan di Jalan Thamrin depan Perguruan Sutomo, Medan. Pasalnya ada warga yang mengalami insiden di kawasan rersebut.
Rizal, seorang warga, menjelaskan, pada Rabu malam (14/10/20), dia bersama anaknya mengendarai mobil melaju dengan kecepatan sedang dari Jalan Peruntis Kemerdekaan menuju Jalan Thamrin.
Beitu mau melewati depan Perguruan Sutomo, kata Rizal, mobilnya tidak bisa jalan karena nyangkut di atas pulau jalan.
“Malam itu saya yang bawa mobil, dan anak saya duduk di kursi sebelah. Saya melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Namun tiba-tiba mobil saya nyangkut di atas pembatas (pulau) jalan, sehingga mobil tak bisa dijalankan,” ungkap Rizal.
Selain pembatas jalan itu rendah dan tanpa ada rambu-rambu, imbuh Rizal, di kawasan itu juga tidak ada lampu penerangan jalan, sehingga gelap dan mengakibatkan pengendara menabrak pembatas jalan tersebut.
“Apalagi kalau hujan, pembatas jalan itu tergenang air sehingga tidak kelihatan oleh pengguna jalan. Untuk itu kita minta pemerintah segara membenahi pembatas jalan itu,” ujar Rizal.
Hal senada diutarakan warga lainnya, Udin. Pria yang mengemudikan mobil Toyota Avanza ini meluapkan kekesalannya karena dirinya juga menjadi korban karena mobilnya rusak akibat menabrak pembatas jalan tersebut.
“Mobil saya juga pernah nyangkut di sana. Maunya Dinas Perhubungan atau instansi terkait lainnya segera membenahi pulau jalan itu. Jangan sampai bertambah banyak korban seperti saya ini,” kata Udin. (erwe)


